Punya Pemimpin Baru, Warga Gaza Tegas: Kami Tak Butuh Janji, Kami Butuh Hidup
- account_circle M. Rizky Hidayatullah
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Khalil al-Hayya terpilih sebagai pemimpin baru Hamas pekan ini. Foto: AFP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gaza – Hamas resmi memilih Khalil al-Hayya sebagai pemimpin politik yang baru melalui pemilihan internal. Namun, bagi sebagian besar warga Gaza, pergantian kepemimpinan itu dinilai belum menjawab persoalan utama yang mereka hadapi setiap hari: perang, kelaparan, dan krisis kemanusiaan.
Banyak warga mengaku lebih memikirkan bagaimana mendapatkan makanan, air bersih, tempat tinggal yang layak, dan bertahan hidup dibanding siapa yang memimpin Hamas. “Kami hanya ingin hidup. Siapa pun yang memimpin tidak akan berarti jika penderitaan ini tidak berakhir,” ujar Ali Abu Amshi, warga Gaza yang kehilangan 22 anggota keluarganya sejak perang pecah pada Oktober 2023.
Senada dengan itu, Noman Saleh, seorang pengusaha yang kehilangan pabriknya akibat perang, menilai rakyat sudah lelah dengan konflik politik. Ia berharap pemimpin yang baru benar-benar berpihak kepada masyarakat, bukan sekadar mempertahankan kepentingan kelompok.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai terpilihnya Khalil al-Hayya menjadi sinyal bahwa Hamas tetap mempertahankan arah politik dan struktur kepemimpinannya di tengah tekanan perang yang terus berlangsung. Langkah tersebut juga dipandang sebagai upaya menunjukkan bahwa organisasi itu masih solid meski banyak tokoh seniornya telah gugur.
Meski demikian, harapan terbesar masyarakat Gaza tetap sama: perang segera berakhir. Warga menilai siapa pun yang memimpin tidak akan mendapat arti jika tidak mampu menghadirkan perdamaian, membuka akses bantuan kemanusiaan, serta mengembalikan kehidupan yang layak bagi jutaan warga yang terdampak konflik.
Di tengah kehancuran yang masih menyelimuti Gaza, satu pesan terus bergema dari masyarakat: mereka tidak lagi mencari janji politik, melainkan masa depan yang aman, damai, dan penuh harapan.
- Penulis: M. Rizky Hidayatullah

Saat ini belum ada komentar