Pantai Losari, Ikon Sunset yang Tak Pernah Kehilangan Pesona
- account_circle Arwan Syam
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana Sunset di Pantai Losari Kota Makassar. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Travelers – Di jantung Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terbentang Pantai Losari, destinasi wisata yang telah lama menjadi ikon kebanggaan masyarakat setempat. Meski tidak memiliki hamparan pasir seperti pantai pada umumnya, Losari menawarkan daya tarik berbeda melalui anjungan tepi laut yang luas, panorama matahari terbenam yang memukau, serta suasana kota pesisir yang hidup dari pagi hingga malam. Pantai Losari.
Menjelang senja, kawasan ini dipenuhi wisatawan dan warga lokal yang menikmati semilir angin laut sambil mengabadikan momen di depan tulisan ikonik “Pantai Losari”. Dari kawasan ini pula, pengunjung dapat menikmati pemandangan Masjid Amirul Mukminin yang berdiri megah di atas laut, serta siluet Masjid 99 Kubah yang mempercantik cakrawala Kota Makassar.
Tak hanya menawarkan panorama, Pantai Losari juga menjadi surga wisata kuliner. Salah satu sajian yang wajib dicoba adalah Pisang Epe, kuliner khas Makassar berupa pisang bakar yang dipipihkan lalu disajikan dengan aneka topping manis. Di sepanjang kawasan pantai, wisatawan juga dapat menemukan beragam hidangan laut segar dan makanan khas Sulawesi Selatan yang menggugah selera.
Pantai Losari merupakan ruang publik yang terbuka selama 24 jam dan menjadi lokasi berbagai festival budaya serta kegiatan masyarakat. Aksesnya pun mudah, hanya sekitar 30 menit perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin melalui jalan tol, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Bagi siapa saja yang berkunjung ke Makassar, menikmati senja di Pantai Losari bukan sekadar agenda wisata, melainkan pengalaman yang menghadirkan perpaduan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan khas masyarakat Sulawesi Selatan.




- Penulis: Arwan Syam

Saat ini belum ada komentar